Beruntungnya mobil polisi itu hanya melewatinya saja, tak menaruh curiga atas apa yang terjadi sebelumnya. Setelah itu Yusa mengayuh sepedanya lebih cepat untuk menyusul Taka. Ia tak mau sendirian lagi dan sampai bertemu Boby kembali. Sesuai perkataan Taka sebelumnya, pria itu sudah menunggu Yusa di gerbang komplek perumahan. Yusa berhenti sejenak di samping motor untuk mengatur napasnya yang tersenggal-senggal. "Apa yang terluka, Sa?" tanya Taka seraya mengusap keringat di kening Yusa. Yusa menggeleng, ia tak bisa berkata-kata. "Taroh sini aja sepedanya, pulang bareng aku. Biar nanti aku ambil sepedamu." Yusa menggeleng cepat. "Aku mau pulang, Ka." Taka mengangguk. "Kamu jalan duluan, aku di belakangmu." Mereka pun melajukan kendaraan masing-masing menuju ke rumah Yusa. Jarum jam

