Langkah Sakhiy semakin mendekat ke arah mereka. Kemudian terdengar pintu kamar mandi yang tertutup dan suara kran air yang mulai mengalir deras mengisi bak mandi. "Temanmu udah masuk, Ka," bisik Yusa, ia hendak beranjak pergi. Taka menarik Yusa kembali dan menahan wanita tersebut di dinding. "Ada yang harus kita selesaikan, Sa." "Apa?" Ibu jari Taka mengusap bibir Yusa. Reflek ia menunduk dan tubuhnya kembali kaku. "Kalau kamu mau, aku akan melakukannya. Kalau enggak, aku akan pergi." Yusa belum memberikan respon atas ucapan Taka. Wanita tersebut masih berpikir harus menjawab apa. Menolak padahal dia ingin, memberi ijin tetapi malu mengakuinya. "Tidurlah ...," ucap Taka kemudian. Yusa menarik kaos Taka, menahan pria itu agar tidak pergi. Senyum kecil terulas di bibir Taka, ia mena

