"Kenapa, Mbak? Nggak berani naik itu?" Yusa menatap pria bertubuh tinggi yang tiba-tiba berada di sampingnya. Wajahnya tampan tapi dingin dan jutek. Ada kacamata bulat besar yang membingkai dua sorot mata sinisnya. "Ada lift di ujung sana, bisa pakai lift." Pria itu menunjuk ke ujung lorong yang jauh dari tempat mereka berdiri. Yusa masih terlihat ragu ingin ke sana, sebab ia tetap tak bisa menggunakannya. "Ada petunjuk penggunaannya nggak, Mas?" Pria itu tertawa masam mendengar pertanyaan Yusa. "Ikut denganku," ajaknya. "Kemana?" "Ya ke lift, Mbak!" jawabnya gemas. "Oh, iya. Terima kasih, maaf merepotkan." Yusa mengikuti pria tersebut, pergi ke ujung lorong dimana ada dua lift di sana. Beberapa orang pengunjung antri di sana. Ketika masuk, pria itu bertanya Yusa akan pergi ke lan

