45. Burns

1465 Words

Menemui Kugy dan membicarakan semuanya bukanlah opsi yang akan Raga pilih. Ia sadar jika memiliki emosi yang tempramen juga pencemburu kelas dewa, dan bisa dipastikan hanya adu bacot tak jelas bila sampai nekat melabrak Leo. Ah— ada rasa menyebal karena tidak melayangkan bogem mentah tepat di rahang manusia yang berani mencium Kugy-nya. Tapi Raga juga tidak ingin menunjukan sisi kasar dihadapan Kugy, cukup dicap sebagai b******k karena pernah meningglkan wanita itu di tengah jalan saja membuat Raga menyesal tak berkesudahan. Ia ingin meraih wanita itu secara lembut, bukan dengan paksaan atau apa pun. Dan mau menyambut perasaannya secara suka rela. ‘’Argh! Pusing!’’ Suara erangan tertahan memenuhi ruang istirahat khusus dokter, yang biasa dapat dijadikan tempat tidur sejenak atau tempat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD