29. The Lion

1570 Words

‘’Ibarat lagu, ingatan tentang lo itu tak lekang oleh waktu.’’ —Leo   ==========0o0==========     ‘’Butuh bunga apa lagi?!’’ Seru Kesy dari arah tangga. Kaki-kaki mungilnya sudah gatal, hendak tancap gas menuju ruang khusus penyimpanan bunga di toko mereka. ‘’Mawar peach sama peacock ungu!’’ Balas Kugy tak kalah membahana. Untung saja tidak ada pelanggan di sana, kalau iya, mungkin bisa keluar teler dari telinganya karena suara toa kedua wanita cantik itu.  Lily merah jambu dalam pegangan Kugy terabaikan sejenak, kala denting bel terdengar. Wanita itu menoleh, bertepatan saat sepasang netra yang kini tengah melengkung terlihat dari balik kaca mata hitam. ‘’Hai,’’ suara berat Leo terdengar menyapa, lengkap bersama senyum lebarnya.  Kugy pun ikut tersenyum, lelaki yang dulunya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD