Seindah-indahnya permintaan maaf adalah diikuti dengan segepok uang, kala dompet melarat. —Kugy ==========0o0========== ‘’Alan lagi istirahat di rumah, ya, Gy?’’ Kertas pembungkus bunga matahari yang Kugy bawa, gagal terbuka. Wanita itu tak langsung menjawab, melainkan melirik Kesy di sofa kamar yang juga tengah melihatnya. Kedua wanita muda itu saling melempar kode lewat mata. Pasalnya mereka pikir lelaki beriris biru itu ada di rumah sakit sedang menjaga Linda, karena sejak seharian tak melihat batang hidung Alan di rumah. Juga sang Oma yang tidak melapor atau apa pun kalau sendirian di dalam kamar inapnya yang nyaman ini. ‘’Kugy.’’ ‘’Oma mau buah gak? Biar Kesy kupasin, gimana?’’ Makhluk mungil penyebar virus ceria itu beranjak, menggeser posisi Kugy yang semula di samping r

