Pernikahan Raja dan Ratu

1005 Words
Ratu berdiri dengan mata yang berkaca-kaca, tubuhnya masih terasa lemas namun dia berusaha untuk kuat dan tegar, sebuah hinaan tidak akan membuat dirinya lemah, kesembuhan adiknya adalah prioritasnya saat ini. "Baiklah Nyonya, saya mau menjadi pengantin pengganti tuan Raja," lirihnya yang kini sudah menghapus air matanya. Ratih akhirnya tersenyum dan ikut berdiri lalu memeluk Ratu. "Terima kasih Ratu." tangis nya pecah di dalam pelukan Ratu. Ratih langsung menyuruh Lala untuk memanggil MUA yang masih berada di bawah, Lala pun langsung berlari. "Lu, tolong bantu Ratu menggunakan gaun pengantin itu." tunjuk Ratih pada gaun pengantin milik Anya yang tergeletak di lantai. "Baik ma..." Lulu langsung mengambil gaun pengantin tersebut. "Raja pergilah, kami akan segera turun," ucap Ratih. Raja menghela nafasnya, namun sekilas dia melirik ke arah Ratu dengan tatapan jijik, Raja pun pergi keluar dari kamar itu. Ratu langsung memakai gaun pengantin itu, tubuhnya yang cukup tinggi dan berisi membuat gaun itu cukup pas di tubuhnya, MUA yang tadinya kebingungan akhirnya harus merias Ratu setelah mendapat ancaman dari Lala. Ratu kini telah di rias dengan riasan yang natural namun terlihat sangat cantik. Lala dan Lulu bahkan menelan salivanya ketika melihat Ratu yang berubah seribu derajat. "Ternyata pembantu ini sangat cantik Lu!" bisik Lala yang hanya yang di angguki oleh Lulu. Ratih menghubungi Lala agar segera membawa Ratu turun, Raja telah berada tepat di depan Tuan kadi, begitu juga saksi dan para tamu undangan yang sudah tidak sabar melihat calon pengantin wanita. "Cepatlah, Mama sudah menyuruh kita untuk turun!" perintah Lala yang sudah memasukan kembali telepon genggamnya kedalam saku dressnya. Ratu berdiri, Ratu melihat pantulan dirinya di cermin, Ratu mencoba menahan tangisannya. "Ayah, ibu, Rama... Aku akan menikah. Maafkan kakak Rama tidak bisa membawa mu di hari pernikahan kakak, mungkin ini adalah pengorbanan terakhir kakak untuk Rama, setelah ini kakak tidak tahu akan seperti apa kehidupan kakak." batin nya berusaha menahan tangis. "Cepat lah! semua orang sudah menunggu kita," teriak Lulu menarik kasar tangan Ratu. Ratu kini telah berjalan di tuntun okeh Sang MUA, di ikuti oleh Lala dan Lulu dari belakang, mereka menuruni anak tangga perlahan-lahan, jantung Ratu rasanya berdegup kencang. Semua mata melihat ke arah mereka, sebagian berbisik-bisik karena kecantikan Ratu, namun ada juga yang kaget terutama kedua sahabat Raja, Vano dan Malvin. Selama ini mereka berpikir bahwa Raja akan menikahi Anya, karena Raja yang selalu menjadi b***k cinta seorang Anya. "Bukan Anya yang menjadi pengantin Raja?" bisik Vano kepada Malvin. "Entahlah, aku pun shock Van," jawab Malvin yang sudah menggaruk kepalanya yang tak gatal. Raja dengan malasnya melihat ke arah Ratu yang masih berjalan menuruni anak tangga, Raja cukup shock melihat Ratu yang sangat cantik dengan gaun pengantin yang membalut tubuhnya. Raja menelan salivanya dan sesekali mengucek matanya karena tak percaya seorang Pembantu bisa berubah menjadi bidadari dalam sekejap. "Ternyata itik buruk rupa bisa berubah menjadi angsa." ucapnya dalam hati, Raja kembali menyadarkan dirinya dan kembali melihat ke arah tuan kadi. Suara riuh tamu dan kerabat mulai terdengar, kini Ratu sudah berada di samping Raja, meskipun begitu tidak sekali pun Raja dan Ratu saling melihat. Tuan kadi menjabat tangan Raja, Raja mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Suara SAH menggelegar di dalam ruangan itu, kini Raja dan Ratu sudah sah menjadi sepasang suami istri. Semua tamu mulai menikmati hidangan, sedangkan Raja dan Ratu berusaha tetap tersenyum menerima jabatan tangan para tamu dan kerabat. Tak terasa acara telah usai, meskipun hampir semua tamu tidak menyadari bahwa bukan Ratu lah yang seharusnya menjadi pengantin, namun acara itu terlihat sukses dan lancar. Kini rumah mewah itu sudah sepi, Ratih menyuruh Ratu untuk pergi ke kamar Raja agar bisa mengganti gaunnya, karena polosnya, Ratu pergi dan masuk ke dalam kamar Raja, Ratu hanya bisa melihat ke seluruh sudut kamar Raja. Dia masih tidak menyangka hal besar seperti ini terjadi pada dirinya, seorang pembantu yang hina sepertinya menjadi istri dari anak majikannya sendiri. Ratu perlahan mencari pakaian yang akan di gunakannya, ternyata Ratih sudah mempersiapkan sebuah piama tidur di atas ranjang Raja, bagi Ratih bagaimanapun Ratu kini telah menjadi istri Raja dan itu berarti dirinya kini menjadi mertua bagi Ratu. Ratu masuk perlahan meraih piama itu, namun tiba-tiba pintu terbuka dan menunjukkan sosok Raja yang sudah melotot ke arahnya. Tatapan sinis dan penuh kemarahan memenuhi wajahnya yang tampan. "Apa yang kau lakukan di kamarku?" teriaknya yang sudah masuk lalu membanting pintu kamarnya hingga tertutup rapat. Ratu merasa ketakutan, bahkan kakinya sampai bergetar. Raja menghampiri Ratu semakin dekat. Kedua tangan Raja mencengkram erat kedua punggung Ratu. "Arrgghh... Sakit tuan." Ratu berteriak ketika Raja menghempas kan tubuhnya ke ranjang. "Kau sudah membuat calon pengantin ku kabur, kau harus bertanggung jawab pembantu sialan." Bentak Raja yang sudah melangkahkan kakinya mendekat ke arah Ratu. Ratu menangis, tubuhnya menegang saat Raja menarik kedua kakinya. “Ampun Tuan.” Ratu berusaha mempertahankan tubuhnya agar tidak semakin mendekat dengan Raja. “Lepaskan pakaian mu sekarang juga!” Teriak Raja. Ratu menangis namun tangan Raja semakin brutal menarik kaki Ratu. "Aku bilang lepaskan! tubuhmu yang hina ini sudah ku beli!" teriaknya. Ratu akhirnya berusaha melepaskan gaun pengantinnya, karena kesulitan membuka resleting di belakangnya membuat Raja malah semakin kesal. "Kemari kau!" teriak nya menarik tubuh Ratu lalu menarik resleting gaun itu dengan kasar. Ratu kembali membalik kan tubuhnya. "Saya mohon Tuan, jangan begini, bukan kah pernikahan ini hanya sementara, saya tidak layak menjadi istri tuan, tubuh saya hina tuan." tangisnya semakin pecah sambil menahan gaun pengantin yang sudah melorot. Raja dapat melihat punggung putih mulus milik Ratu, gairah kelakiannya semakin memuncak. "Aku tidak peduli, aku akan menikmati tubuh yang sudah ku beli, lagipula kau pantas mendapatkannya, karena dirimu aku harus kehilangan wanita yang ku cintai, jangan harap kau bisa bebas, sebelum aku menemukan ratu ku yang sesungguhnya." ketus Raja dengan suara baritonnya. Ratu semakin terisak, Ratu menyadari hal buruk ini pasti akan terjadi, sekilas dirinya mengingat pemerkosaan yang telah di lakukan oleh ayah tirinya. "Ya Allah, kenapa aku harus mendapatkan cobaan berat seperti ini, aku pernah di nodai, dan sekarang suamiku sendiri ingin melakukannya dengan cara seperti ini." ucap nya dalam hati, tangisnya semakin kuat membuat Raja semakin kesal.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD