Pagi yang sudah di rencanakan Raja untuk pergi jogging bersama Ratu terpaksa dibatalkan, pagi ini dirinya harus mengintrogasi kedua adiknya atas apa yang mereka lakukan tadi malam. Raja yang sudah bersiap-siap untuk sarapan turun bersama Ratu. Ratih sudah lebih dulu di meja makan mengolesi roti di tangannya. "Mana mereka Ma?" tanya Raja. "Sabar Raja, biarkan adikmu tenang dulu, jangan terlalu kasar," nasihat Ratih. Ketiganya kini tengah duduk. Terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga, Raja tahu bahwa itu pasti Lala dan Lulu. Lala menarik kursi, matanya sudah bengkak, bekas tamparan Raja juga masih terlihat. Sedangkan Lulu, wajahnya pucat pasi tak berani melihat kemanapun, kepalanya tertunduk lesu. "Duduklah!" perintah Ratih. "Kita sarapan dulu, setelah itu baru

