Jonathan lantas melepaskan bibirnya lantaran oksigen yang hampir habis. Kemudian mengatur napasnya dan membuka handuk yang masih melilit di pinggangnya. Sementara Laura sudah polos, tak ada sehelai benang pun menempel di tubuhnya. Lalu, menggendong perempuan itu, membawanya ke atas tempat tidur. Perempuan itu ia jatuhkan ke atas tempat tidur. Bibirnya menyunggingkan senyum menggoda. “Are you ready, to our first night? Sebagai pasangan suami-istri yang sudah diketahui banyak orang,” kata Jonathan seraya menatap sang istri yang tengah berada di bawah kuasanya. Perempuan itu mengangguk. “Of course!” ucapnya parau. Laura kemudian mengambil alih. Ia duduk di atas paha sang suami dan mulai menyatukan dirinya di bawah sana. Bibirnya ia gigit. Menikmati gesekan dan gerakan yang tengah mereka l

