Laura kalah telak. Ia kemudian menggaruk rambutnya seraya mengunyah sosis panggang miliknya. Sementara Jonathan terkekeh pelan melihat ekspresi Laura yang begitu menggemaskan. “Just kidding, Sayang. Aku nggak segila yang kamu kira.” Laura menolehkan kepalanya dengan pelan kepada suaminya itu. “Sekuatnya aja, yaa.” Jonathan mengangguk. “Ya. Memang selalu seperti itu.” Laura lantas mengulas senyumnya. “Kamu pernah dengar aku bilang cinta, nggak?” Jonathan menggeleng pelan. “Kamu hanya menunjukkan.” Laura manggut-manggut dengan pelan. “I love you,” ucapnya kemudian menerbitkan senyumnya dengan lebar. “Udah kenyang, Jo.” “Sama. Kita nonton TV dulu sebentar, yaa.” Laura menganggukkan kepalanya. Keduanya lantas beranjak dari duduknya kemudian masuk ke dalam kamar. Laura memilih memandan

