Surat

1130 Words

    Darrance mengayungkan pedangnya dengan tatapan dingin. Tatapan yang sudah lama tidak terlihat ditampilkan oleh Darrance, semenjak dirinya mengenal Jolicia. Bahkan, bisa terbilang jika Darrance memang tidak pernah menampilkan tatapan tersebut karena dirinya selalu bersama dengan Jolicia. Sosok perempuan yang sangat berhagra dan akan ia jaga dengan seluruh jiwa dan raganya. Suara teropmet perang dari pihak lawan membuat pasukan lawan yang selama beberapa hari ini ia lawan dengan sengit mundur.     Tidak, perang tidak berakhir begitu saja. Namun, Darrance dan pasukan mendapatkan waktu untuk beristirahat serta memulihkan tenaga mereka yang sudah terkuras habis. Darrance segera mundur dan memerintahkan para prajurit untuk beristirahat di tenda-tenda yang memang sudah dipersiapkan. Sementar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD