Curiga Berlebih

1120 Words

“Pesanan meja sebelas,” potong seorang pelayan yang tiba-tiba datang menyela perbincangan mereka seraya menata pesanan yang telah Arnav pesan beberapa saat yang lalu. Itu benar-benar hal yang merusak momentum, dan dari sudut matanya Arnav jelas dapat menangkap adanya mimik wajah Raellyn yang langsung berubah ketika wanita itu menatap hidangan favoritnya tersuguh di atas meja. Entah kemana raut penuh intimidasi yang hendak mengintogasinya. Namun selama hal itu memiliki progress ke arah yang baik maka Arnav tentu tidak akan terlalu memusingkannya. Lebih baik begitu. Dia lebih senang istrinya tersenyum cerah dari pada berdiam diri dengan wajah yang di tekuk dan masam. “Selamat makan Arnav,” ujar istrinya tak lama kemudian. Dia segera mengambil sendok dan juga garpu, kemudian melahap pesana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD