Tidak peduli jam saat ini sudah menunjukkan pukul 3 pagi, Malik tetep kekeuh agar sang perawat yang menjaganya mengantar Malik ke tempat yang sangat ingin Malik tuju saat ini. Walau perawat menolak keras, mengingat Malik baru terbangun dari pingsannya sejak pukul 4 sore tadi, tapi pada akhirnya, Malik lah yang menang, melihat perawat yang bernama Devi sedang melepaskan pelan dan hati-hati jarum infus yang menancap punggung tangan Malik yang kiri. Walau beberapa saat yang lalu, Devi mengatakan pada Malik, karena kekurangan cairan dalam tubuhnya, agar Malik jangan melepas infusnya. Tapi, sekali lagi Malik kekeuh dan menang dari suster Devi. "Aku tidak butuh kursi roda, letakkan kembali kursi sialan itu!"Ucap Malik dengan wajah yang terlihat sangat muak. Mendapat anggukan cepat dan pa

