Asya pov
Hari ini adalah pagi yang cerah, matahari menancarkan sinarnya tidak malu-malu. Hari ini aku akan berangkat sekolah, aku menunggu sahabatku yang datang menyamperku untuk segera berangkat ke sekolah bersama. Sambil menunggu ke datangan Meidy aku memainkan ponselku.
"Assalamualaikum, Asya" ucap Meidy
Baru saja aku memainkan ponselku, tiba-tiba Meidy sudah datang menyamperku.
"Wa'alaikumsalam" jawabku dari dalam sambil berjalan menuju pintu pagar dan segera membukakan pintu nya.
"Ehh,,, udah sampai aja kamu, Mei." Ucapku sambil membuka pagar
"Hehe,,, iya nih. Oh iya, Ayah sama Mama kamu mana?" Tanya Meidy
"Ayah sama Mamaku ada kok di dalam sebentar ya ku panggilkan dulu. Ayo masuk dulu, Mei!" Jawab ku
"Oke. Aku tunggu" ucap Meidy
Aku pun segera masuk kedalam untuk memanggil Ayah dan Mamaku. Tak lama kemudian aku keluar bersama Ayah dan Mamaku.
"Ehh,, ada Meidy." Ujar Mamaku
"Hehe,,, iya nih tante. Seperti biasa aku berangkat bareng sama Asya." Jawab Meidy tersenyum
"Iya tante tau" ucap Mamaku
"Bagaimana kabar Ayah dan Ibu kamu, Mei?" Tanya Ayahku
"Alhamdulillah baik dan sehat om. Om sendiri bagaimana kabar nya?" Jawab dan tanya Meidy
"Ya Alhamdulillah seperti yang kamu lihat om sehat" Jawab Ayahku
"Asya, kamu berangkat mau naik apa?" Tanya Ayahku
"Ya,,, seperti biasanya, yah. Aku bawa motor" jawabku
"Lhoo kan motor mu sedang ada di bengkel." Ucap Ayahku
"Hah?! Kok di bengkel? Sejak kapan Ayah membawa motorku ke bengkel. Perasaan kemarin motor nya baik-baik aja" jawab ku bingung
"Bukan ayah yang membawanya ke bengkel, tapi ajudan ayah " ucap ayahku
"Ajudan ayah yang mana yang telah membawa motorku ke bengkel? Dan mengapa motorku bisa ada di bengkel?" Tanyaku sedikit bernada tinggi
"Si,,, Yusuf yang telah membawa motor mu ke bengkel. Sudah-sudah nanti kamu tanyakan saja kepada Yusuf dan sekarang kamu pakai sepatu mu, ayah akan menelfon Yusuf untuk mengantarkan mu dan meidy ke sekolah" ucap ayah ku
"Ya sudah deh, nanti aku akan meminta keterangan ke om Yusuf" ucapku
Tak lama kemudian setelah ayahku menelfon om Yusuf, ia pun datang. Menggunakan sepeda.
"Assalamualaikum, Ndan" ucapnya sambil memberi hormat
"Waalaikumsalam" ucap kami secara bersamaan
"Suf,, tolonglah kau antarkan Asya dan Meidy ke sekolah"ucap ayahku sambil menepuk pundak om Yusuf
"Siap, Ndan. "ucapnya tegas
"Mohon izin bertanya, Ndan"ucapnya lagi
"Ya, silahkan tanyakan saja"ucap ayahku
"Saya mengantar mereka dengan kendaraan apa? Sedangkan saya hanya membawa sepeda"ucapnya sambil memandang sepedanya
"Silahkan kamu pakai mobil saya"ucap ayahku
"Lalu komandan ke batalyon naik apa?"tanya Yusuf
"Saya sudah memesan ojek online"jawab ayahku
Akhirnya aku dan Meidy berpamitan kepada ayah dan mamahku untuk segera bergegas ke sekolah.
Dan aku sudah berada di dalam mobil, saat itu keadaan di dalam mobil sangatlah hening tidak ada yang memulai pembicaraan, akhirnya pun aku membuka pembicaraan di antara kami.
"Om!!!!"panggilku hampir bersamaan dengan Meidy dan suara sedikit kencang
"Astaghfirullah, kalian tuh mengagetkan saya saja. Ada apa emang nya?"tanyanya
"Aku ingin bertanya, kenapa motor ku bisa berada di bengkel?"tanyaku sedikit emosi
"Emmm anu keee kemarin anu"jawab om Yusuf gugup
"Apasih, om anu anu kalau jawab yang benar dong om!"ucap Meidy
"Iya, benar tuh om kalau jawab jangan anu anu"timpal ku sedikit menahan tawa
"Iya iya. Kemarin saya di suruh bapak untuk membeli semir sepatu, lalu di tengah perjalanan pulang motornya mogok"ucap om Yusuf
"Lah,, kok bisa mogok? Perasaan kemarin motorku baik-baik saja. Dan kenapa ketika di pakai om bisa mogok?"tanyaku
"Ya saya tidak tau, tiba tiba motor mu sudah moggok"jawabnya
"Wahh,,, jangan jangan di pakai buat jalan sama ceweknya ya?"ucapku
"Hahahahahahahaha"tawa ku dan Meidy
"Mana mungkin, saya memakai motormu untuk membawa cewek. Bisa bisa saya di marahin bapakmu"ucapnya sambil tetap mengendarai mobil
"Halah,, takut di marahin ayahnya Asya atau emang dasar tidak punya pacar? Hahaha"tanya dan tawa Meidy
"Hahaha dasar JOMBLO. Udah jomblo, dorong motor. Ngenesss banget sih om om. Yang sabar ya!"ucapku
"Ah kalian ini bisanya mengejek saya saja"ucapnya sedikit kesal
"Hahahahahahaha"tawa kami
"Sudah sudah jangan tertawa terus. Ini sudah sampai depan gerbang sekolah"ucap om Yusuf
"Ok, makasih om Yusuf. Yang ganteng dan baik, jangan marah ya!"ucapku dan Meidy sambil tertawa
"Ya sama². Kalian hati hati"ucap om Yusuf
Akhirnya aku dan Meidy turun dari mobil , agar segera masuk ke sekolah dan menuju ke kelas
Bersambung....