Ardan menghela nafas. Ya baru saja pulang ke rumah. Ia tak bisa menemui Adel. Gadis itu tentu saja mengunci pintu kamarnya. Ia menghela nafas. Yaa rasanya aneh sih dengan berbagai kejadian hari ini. Ia jadi tak bisa tidur. Akhirnya? Usai mandi dan makan malam, ia kembali masuk ke dalam kamar. Kemudian membuka laptopnya. Mengecek apa yang diperlihatkan Farrel tadi. Menelisiknya dengan teliti. Berharap akan menemukan sesuatu. Tapi kenyataan ya sulit juga. Sama seperti Farrel dan benar juga asumsi cowok itu. Bagaimana pun, sulit untuk membuktikan seseorang dengan mudahnya dapat jatuh dari lantai dua. Meski katanya tak jatuh sih. Karena berpegangan. Kemudian? "Karena dia minta tolong, banyak yang keluar nolongin. Salah satu guru yang mengangkat tubuhnya untuk bisa naik ke atas tembok penyang

