Bunga dan Buah

3048 Words

"Kak David bilang gitu?" Tempat curhatnya ya Dewi. Saking tak tahu harus cerita sama siapa. Ia tak bisa bercerita hal itu pada Rachell. Ya memang tak ada lagi curhatannya pada Rachell juga sih. Ia mengerem mulutnya. Hanya bicara seperlunya walau sikapnya tak berubah terhadap gadis itu. "Wah parah sih, La. Lo gak marah? Mereka udah jahat loh. Si Rachell juga udah keterlaluan. Ya oke lah kalo emang Kak David suka sama dia. Gue tahu juga lo sama Kak David memang gak ada hubungan apa-apa. Cuma gue juga gak suka caranya." "Udah lah. Gue juga udah malas berhubungan sama mereka berdua sih. Gue cuma mau curhat aja atas apa yang terjadi. Gak minta lo buat bela gue juga. Hanya biar plong." Dewi mengangguk-angguk. Oke ia mengerti. Bagaimana pun Rachell tetap sahabat mereka kan? Namun ya menurut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD