In shadows of doubt, he stands alone, convinced,,
That she, his other half, does not perceive.
His efforts, his love, so thoroughly rinsed,,
By her oblivious ways, he starts to grieve.
He thinks she scorns the life they've built with time,,
A silence growing, a rift through their days.
Blind to the truth that love is not a crime,,
Her quiet affection, lost in a maze.
Unseen, she loves him with a fire so deep,,
A constant vigour that never does wane.
Her care, a treasure that she alone keeps,,
In her heart's vault, shielded from the pain.
Unspoken words, a love language so true,,
His worth, her world, if only he knew.
Yet whispers of the heart cannot be stilled,,
As time goes on, their bond silently frays.
She cradles hope like a flickering flame,,
In the quiet, wishing he could see.
His name, a silent chant, her secret claim,,
Her devotion as vast as the sea.
Terjemahan:
Dalam bayang keraguan, ia berdiri sendiri, yakin,,
Bahwa dia, belahan jiwanya, tidak menyadari.
Usahanya, cintanya, yang telah begitu terbilas,,
Oleh kebiasaannya yang tak peduli, ia mulai bersedih.
Ia pikir dia menghina kehidupan yang telah mereka bangun dengan waktu,,
Kesenyapan yang tumbuh, sebuah retakan di hari-hari mereka.
Buta pada kenyataan bahwa cinta bukanlah sebuah kejahatan,,
Kasih sayangnya yang tenang, hilang dalam labirin.
Tak terlihat, dia mencintainya dengan api yang sangat dalam,,
Sebuah kegigihan yang tak pernah pudar.
Perhatiannya, harta yang dia simpan sendiri,,
Di dalam brankas hatinya, terlindungi dari rasa sakit.
Kata-kata yang tak terucapkan, bahasa cinta yang begitu nyata,,
Keberadaannya, dunianya, andai saja dia tahu.
Namun bisikan hati tak bisa dibungkam,,
Seiring berjalannya waktu, ikatan mereka perlahan-lahan rapuh.
Dia merangkul harapan seperti nyala api yang berkelip-kelip,,
Dalam kesunyian, berharap dia bisa melihat.
Namanya, doa bisu, klaim rahasianya,,
Kesetiaannya seluas lautan.