*** "Makasih ya, untuk bantuannya hari ini. Meskipun Aru masih kelihatan canggung sama saya, setidaknya dia mau menerima saya sebagai Papinya, dan itu pasti berkat kamu." Diantar sampai ke depan butik, ucapan tersebut Altariga lontarkan pada Flora. Quality time selesai, tiba waktunya Altariga pulang untuk bersiap-siap ke Singapura. Tidak ada perasaan sedih ataupun kesal, siang ini Altariga cukup bahagia, karena tidak hanya makan bersama, dia dan Arutala juga menyempatkan diri untuk berbelanja mainan. Ditemani Flora, Altariga cukup puas dengan kebersamaannya bersama sang putra, karena meskipun tidak lama, setidaknya dia disambut baik oleh sang putra. "Sama-sama," ucap Flora. "Andai dari awal niat kamu baik kaya gini, saya enggak akan jauhin Arutala dari kamu. Saya baik ke orang yang ba

