*** "Aku enggak akan memperjuangkan lagi hak asuhnya Arutala." Tanpa basa-basi, ucapan tersebut Altariga lontarkan pada Gisella. Tidak lewat telepon, keputusan yang sebelumnya sudah Altariga ambil tersebut, disampaikan langsung di depan perempuan itu sepulangnya dia dari kantor. Tidak di ruang tengah apalagi kamar, Altariga dan Gisella berada di kursi teras, karena memang tanpa mau banyak menunda, setibanya di rumah, Altariga langsung mengajak istrinya itu berbicara. "Maksud kamu?" Tidak langsung meledak, pertanyaan tersebut Gisella lontarkan dengan kerutan yang terbentuk di bagian kening. "Ya aku enggak akan lagi ngotot ambil Arutala," ucap Altariga sekali lagi. "Aku udah ambil keputusan buat mengasuh dia bersama Flora, dan aku harap kamu setuju. Keputusanku udah bulat soalnya." "

