Bagian Delapan Puluh Sembilan

1028 Words

*** "Minum." Altariga yang semula sibuk dengan ponselnya, lantas mengangkat pandangan setelah sebuah gelas terulur di atas meja. Bukan Bi Eni, yang menghampirinya adalah Flora. Sampai di kediaman perempuan itu beberapa menit ke belakang, Altariga diminta untuk mampir guna menenangkan pikiran. Tidak ada Bi Eni menyambut, Flora berkata jika artnya itu sudah beristirahat sehingga tanpa diminta, perempuan itu lekas pergi ke dapur untuk mengambil minum. "Terima kasih," ucap Altariga. Tidak hanya berucap demikian, dia juga mengambil gelas berisi air putih itu untuk diteguk isinya—membuat tenggorokan yang semula tandus, seketika terasa lega. "Sama-sama," ucap Flora, sambil mendudukan diri di depan Altariga. "Gimana? Udah dapat pengacaranya?" Tentang hubungan Altariga dan Gisella, pria itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD