Bagian Delapan Belas

978 Words

*** Setelah nekad mendatangi rumah orang tua Flora, Altariga masih duduk di kursi teras rumah. Bukan keinginannya, hal tersebut adalah perintah Alula—ibu kandung Flora yang memang tidak mempersilakan dia masuk. Katanya, Alula ingin memastikan dulu pengakuan Altariga tentang statusnya sebagai ayah kandung Arutala, sehingga sampai perempuan itu selesai menghubungi sang putri, Alula meminta agar Altariga menunggu di luar. "Ke mana ya ibu-ibu itu?" tanya Altariga, sambil memandang jam tangan yang dia pakai. "Lama banget perasaan telepon Flora. Apa mereka lagi rencanain sesuat—" "Ekhem!" Sedikit tersentak, Altariga menoleh usai suara deheman seorang pria terdengar dari dekat pintu. Spontan mengernyit setelah mendapati seorang pria asing, dia hampir bertanya. Namun, pria di dekat pintu leb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD