Bagian Tujuh Puluh Empat

932 Words

*** Hampir satu jam di perjalanan, Altariga akhirnya sampai di kediaman Flora. Tidak datang dengan tangan kosong, dia membawa beberapa paper bag berisi mainan juga makanan, karena selain meminta maaf kemudian membujuk sang putra, dia memiliki niat untuk mengajak Arutala makan siang bersama. Tidak membawa makanan cepat saji, Altariga membeli real food berupa nasi beserta lauk pauknya, karena memang setelah sempat menghubungi Flora ketika di jalan, dia diminta untuk tidak membeli burger dan sejenisnya. "Pak Altariga." Setelah dipersilakan memasuki halaman rumah, Altariga disambut Bi Eni usai menekan bel kemudian menunggu. Mengukir senyum tipis, dia buka suara. "Arunya ada, Bi?" "Ada, Pak, kebetulan lagi nonton. Silakan masuk." "Baik." Tidak di ruang tamu, Altariga dipersilakan duduk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD