Happy Reading.
"Siap laksanakan bos.. Nih udah gue masukkin agenda." Ujar bang Rizky.
Kemudian tidak lama datang ketoprak kami, Tony ngasih ketoprak ku ke bang Al karena takut kesalahan kalau ngasih langsung ke aku.
Bang Al pun langsung kasih piring ketoprak punya ku ke aku. Yang lain pun langsung nerima piring ketoprak nya masing-masing. aku duduknya langsung agak majuan ke meja agar piring nya dimeja.
Aku pun langsung mulai makan bersama yang lainnya juga langsung mulai makan. Selesai makan bang Rizky melanjutkan pembicaraan yang tadi mengenai kegiatan berbagi nya Black Rat.
"Ok guys setelah gue pikir-pikir dan rundingkan sama inti Black Rat kita memutuskan agenda kegiatan berbagi bulan ini adalah Streetfeeding ke kucing jalanan. Dan kalo ada rejeki berlebih kita bisa ngadain TNR juga." Ujar bang Rizky
"TNR apa itu bang Iky?" ujarku dan bang Verrell.
"TNR adalah Trap Neuter Return atau Tangkap Steril Lepas. Kegiatan TNR targetnya adalah kucing jalanan atau kucing liar. Tujuannya adalah untuk membatasi perkembangbiakan kucing liar yang terlantar di jalanan. Kucing jalanan, khususnya yang kita beri makan, ditangkap untuk dikebiri atau disteril dan setelah pulih dilepaskan kembali ke jalanan atau tempat yang lebih aman. Gitu guys paham kan?" Ujar bang Rizky.
"Paham bang." Ujar semua.
"Gue harap sih dari kalian semua gak ada yang takut atau geli sama kucing, malu sama badan dan kelakuan lu pada." Ujar bang Alex
Aku sama bang Verrell pun kompak ketawa kemudian di susul bang Al juga.
"Ya kurang lebih seperti itu ya gambaran kegiatan kita nanti. Untuk streetfeeding agar kondusif mungkin gue sama anak-anak inti plus Aqila bakalan nyari komunitas yang biasa ngurus begituan." Ujar bang Al.
"Yang mau bayar kas udah bisa dari sekarang ya langsung transfer ke rekening Black Rat. Uang kas ditambah sama buat uang kegiatan kita nanti, seperti biasa buat kegiatan seikhlasnya kalian." Ujar bang Alex.
Aku yang merasa ngantuk tiba-tiba langsung menyenderkan badan ke sofa dan kepala ku aku sandarkan di bahu bang Verrell.
"Eeh tidur princess kita Al, pindahin gak?" Ujar bang Verrell
"Gak usah biarin aja takut kebangun. Jagain ye Rell." Ujar bang Al
"Iyaa sip tenang aja. Eeh thanks Akhtar.." Ujar bang Verrell.
Begitulah suara yang aku dengar dan aku merasakan ada yang naruh jaket di paha ku, yang bisa aku asumsikan itu jaket Akhtar karena bang Verrell tiba-tiba ngucapin makasih ke dia.
Setelah satu setengah jam aku tidur di sofa aku akhirnya bangun karena dengar suara bising orang-orang heboh main game. Saat ku buka mata ku kulihat bang Verrell jadi bantal ku lagi mainan ps.
"Tuh kan lu pada berisik sih jadi kebangun deh princess kita." Ujar bang Verrell.
"Yeeu malih ngaca lu juga berisik tadi." Ujar bang Alex sambil ngelempar bantal ke bang Verrell.
Aku pun langsung bangun dan duduk seperti semula.
"Ini jaket siapa?" Tanyaku.
"Jaket nya si Akhtar." Ujar bang Verrell.
"Jaket lo? Makasih ya udah selimutin gua." Ujarku.
"Iya jaket gue. Iya sama-sama Aqila." Ujar Akhtar sambil tersenyum.
Kulihat jam ditangan menunjukkan jam enam sore yang tanda nya adzan Maghrib berkumandang bentar lagi.
Tiba-tiba handphone ku berdering kulihat rupanya yang telfon aku adalah mama, langsung saja aku angkat telfon dari mama.
"Halo assalamualaikum ma." ujarku di telfon.
"Halo wa'alaikumsalam, kamu dimana nak? Sama bang Al kan?" Ujar mama di telfon
"Iya ma aku sama bang Al di markas Black Rat, tadi bang Al abis ngebahas agenda berbagi nya untuk bulan ini ma." Ujarku.
"Astaghfirullah bikin mama panik aja ya kalian bukan nya ngabarin juga. Yaudah kalo gitu jangan pulang kemaleman. Ini bentar lagi maghrib suruh abang kamu ke mesjid. Kamu ikut ke masjid juga sholat jama'ah ya nak pahala nya lebih gede." Ujar mama panjang di telepon.
"Iya ma pasti, maaf ya udah bikin mama khawatir aku kira bang Al udah ngabarin mama." Ujarku.
"Gak ada abangmu ngabarin mama, yaudah kalau gitu mama mau persiapan sholat maghrib sama papa dan para asisten di rumah ya sayang. Kamu pulang hati-hati bilang bang Al jangan ngebut." ujar mama
"Iya ma siap. Yaudah kalau gitu aku tutup ya ma assalamualaikum.." Ujarku.
"Wa'alaikumsalam.." ujar mama sebelum aku tutup teleponnya.
Aku langsung memasukkan handphone ke kantong baju lagi.
"Bang Al. Ih kenapa gak ngabarin mama sih, mama sampe khawatir gitu tauu." ujarku kesel.
"Looh abang kira kamu udah ngabarin mama. Maaf maaf abang lupa." Ujar bang Al.
"Heum yaya. Bang adzan ayo ke masjid mama suruh ke masjid loh buat jama'ah an." Ujarku.
"Iya adekku sayang, kamu lupa markas utama mushola nya gede? Sholat di mushola sini aja rame-rame sama yang lain." Ujar bang Al.
"Iih mana lah aku inget bang.. Macam mana pula kau nih bang.." Ujarku.
"Yaudah semuanya yang muslim ayo tinggalin kegiatan kalian, kita langsung ke mushola sholat maghrib jama'ah ya. Yang ketauan gak ikutan bakalan dapat kedisplinan seperti biasanya jangan lupa." Ujar bang Al.
Ya itulah abangku, walaupun dia begajulan, ketua geng motor, suka tawuran, suka berantem tapi gak pernah tinggal sholat nya dan juga masih banyak poin plus yang bisa kita ambil sisi baiknya abang.
Adzan pun berkumandang kami semua yang muslim termasuk aku langsung ke mushola dan bergantian wudhu. Selesai wudhu aku langsung ke barisan paling belakang dan langsung pakai mukena yang aku bawa selalu di tas.
Abang Al pun langsung bersiap-siap untuk mengimami kami sholat maghrib ini. Selesai sholat aku langsung baca doa lalu setelah itu aku lipat kembali mukena ku untuk di masukkan kedalam tas.
Kulihat bang Al menghampiri aku langsung saja aku bersalaman dengan bang Al. Selesai nya aku langsung kembali ke sofa tadi dan menyimpan mukena aku di tas.
"Dek pulang yuk besok kamu masih ospek, nanti kamu kecapean kasian." Ujar bang Al sambil mengelus kepalaku.
"Ayoo capek bang mau rebahan." Ujarku
"Yaudah ayo siap-siap abang ambil jaket abang dulu." ujar bang Al.
Aku pun langsung siap-siap dan mulai berpamitan sama Alejandro dan teman-teman nya yang duduk dekat aku juga.
Bang Al langsung menghampiri aku, dan kita langsung pamitan pulang. Karena sahabatnya bang Al masih mengurusi buat kegiatan berbagi nanti jadinya aku berdua bang Al saja yang pulang.
Yang lain pada betah belum pulang karena masih pada asik bermain game.
"Gue pamit duluan ya kasian adek gue. Isya nanti pada sholat ye awas ae gak ada gue kagak sholat. Alex pantauin ye. Rizky jadi Imam lu gantiin gue nanti. Kita brengsek gak apa tapi jangan lupain ibadah. Paham ye semua." Ujar bang Al tegas.
Yang lain pun menyahut paham sambil menganggukkan kepala. Lalu aku berdua bang Al langsung keluar dari markas dan langsung ke motor.
~~~~ skip sampai rumah ~~~~
Sesampainya di parkiran rumah aku langsung turun dari motor ketika bang Al sudah selesai parkir. Habis itu kami langsung masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum mah.. Pah.." Ujar kami berdua ketika masuk kedalam rumah.
"Wa'alaikumsalam.." Ujar papa
"Wa'alaikumsalam.. Ayo sana kalian langsung bebersih abis itu turun makan malam ya belum pada makan kan?" Ujar mama.
Kami pun kompak mengiyakan apa kata mama, dan langsung naik keatas. Sampai atas aku langsung masuk kedalam kamar ku.
Sampai kamar langsung saja aku buka semua bajuku lalu langsung masuk kamar mandi dan mulai mandi.
Selesai mandi aku langsung memakai baju dan menyisir rambut aku. Setelah itu aku mengambil handphone dan turun kebawah untuk makan malam bersama.
Sesampainya di meja makan aku langsung duduk di kursi samping bang Al. Tiba-tiba handphone ku berbunyi kulihat rupanya Akhtar chat aku menanyakan barang untuk ospek.
Langsung saja aku balas lalu setelah itu mulai makan bersama yang lain.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
**
*
*
To be continued..