Part 4

1283 Words
Happy Reading.. Setelah kami dijelaskan sejarah tentang sekolahan kita, kami semua diajak keluar kelas untuk keliling sekolah mengenal seluk beluk sekolahan. Kakak penanggung jawabnya jalan di depan duluan bersama satu teman nya yang aku prediksi beliau adalah wakilnya untuk membantu menjelaskan ke kami seluk beluk sekolahan ini. Aku jalan beriringan bersama Jasmin, Owen dan Akhtar di barisan belakang, karena kami malas berkerumun di depan. Dan tibalah di tempat terakhir kami school tour yaitu di taman gede andalan para murid kalau kata mereka. Lalu kami pun di perbolehkan istirahat di taman ini. Lalu kami pun dipersilahkan memakan cemilan dan minuman yang kami bawa tadi lalu kami semua mengeluarkan cemilan kami dari tas kecil kami yang kami bawa daritadi untuk membawa cemilan kami disuruh anak osis nya. Aku bersama Jasmin, Owen dan Akhtar langsung mengeluarkan cemilan kami dan minuman kami, lalu langsung saja kami ikut makan bersama yang lain di taman. Saat kami sedang menikmati cemilan kami tiba-tiba ada dua anggota osis lelaki tim pengurus kelas kami menghampiri kami. "Hai cantik boleh kenalan gak?" ujar salah satu dari mereka yang tinggi badannya. "Iya cantik kenalan dong namanya siapa?" ujar satunya lagi yang tampang nya playboy. Aku pun hanya diam saja pura-pura tidak dengar sambil menikmati cemilan yang aku makan. "Ih cantik jangan sombong gitu dong nanti ilang cantiknya." Ujar yang tinggi. "Yaah sombong dia bro, kagak mau jawab." Ujar yang muka playboy. "Lu berdua kagak ada kapok nya ye, kemarin udah gue bilang jangan macem-macem sama adeknya si Al, kena bala nya baru tau rasa lu pada." Ujar Owen "Bacot lu ah." ujar mereka berdua. "Yeh serah dah" ujar Owen. "Neng cantik ayo dong mana suaranya.." Ujar mereka berdua. "Berisik lu berdua ganggu ae." ujar Akhtar. "Bacot anak baru." Ujar mereka berdua. "Mau kenalan sama dia? Kenalan dulu sini sama gue." Ujar bang Al tiba-tiba. Kemudian kami semua pun langsung kaget melihat kehadiran bang Al. "Eeh Al, apa kabar?" Ujar mereka berdua pura-pura. "Gausah basa basi. Mau kenal sama adek gw kan? Kenalan dulu sini sama gue kalo lu pada gak takut." Ujar bang Al. "Kagak Al ampun gue kagak tau dia adek lu sorry yak." ujar mereka berdua sambil kabur. "Alesan ae lo, awas ae lo berani gitu lagi." teriak bang Al "Sst udah ah bang malu diliatin orang banyak." Ujarku sambil narik tangan bang Al Kemudian bang Al pun ikutan bersenda gurau bersama Jasmin, aku, Akhtar, dan Owen sambil menikmati cemilan kami. Tak lama para osis penanggung jawab kami menyuruh kami beberes lalu masuk ke kelas untuk lanjut ke kegiatan berikut nya. Aku dan yang lainnya pun berpamitan ke bang Al untuk masuk ke dalam kelas. "Bro, bilangin noh dua temen lo kalo sampe keliatan lagi mereka berdua ngegodain adek gue, gue gak bakalan diem awas ae." ujar bang Al kudengar dari agak kejauhan "Iya bang ampun bang maafin dua teman gua ya." Ujar ketua penanggung jawab kelas ku. "Yodah gue duluan ya, titip adek gue." ujar bang Al. Kami lihat bang Al sudah pergi dan kami pun mulai masuk kelas. Sampai kelas aku langsung duduk bersama ketiga teman ku ini. Para tim penanggung jawab sudah masuk kelas kami juga, dan beliau mulai menjelaskan yang harus di jelaskan lagi. Tak lama kami dengar bel istirahat pertama berbunyi, langsung saja para tim penanggung jawab membubarkan kegiatan mos hari ini dan lanjut besok. Setelah para tim keluar kami pun mulai berhamburan keluar kelas untuk ke kantin. Owen dan Akhtar langsung keluar kelas karena mereka pengen buru-buru ngerokok katanya udah asem mulut nya. "Cong ke kantin yok buruan ntar gak dapet tempat." Ujar Kirana tiba-tiba masuk kedalam kelas ku. "Ayoo.. Oiya Kir kenalin ini Jasmin temen sebangku gua." Ujarku "Hai gw Kirana.. Salam kenal." Ujar Kirana "Hai gua Jasmin.. Salam kenal juga.." Ujar Jasmin. "Yok ke kantin bareng Min. Ayo Aqila.." Ajak Kirana. Lalu aku, Kirana dan Jasmin keluar kelas dan menuju kantin.. Sesampainya di kantin ada dua perempuan yang memanggil Kirana, langsung saja Kirana mengajak aku dan Jasmin ke meja tersebut. Sesampainya di meja tersebut aku langsung duduk samping Kirana dan Jasmin di depan ku. "Cong kenalin mereka namanya Sinta dan Karissa. Karissa temen sebangku gua, Sinta sohib nya Karissa ya kayak kita gini cong." Ujar Kirana ke aku. "Hai kenalin gua Aqila Zalfa Kaifiya panggil aja Aqila , dan ini yang depan gua Jasmin temen sebangku gua." Ujarku "Hai salam kenal Aqila, oh my god you look so beautiful Aqila. Salam kenal juga Jasmin." Ujar mereka berdua. "Salam kenal semuanya.." Ujar Jasmin. "Ah kalian bisa aja kalian berdua juga cantik banget. Kalian berdua udah pesan makanan?" Ujarku. "Belum nih. Yuk kita pesen." Ujar Karissa. "Jangan semuanya ninggalin bangku kali ya gimana kalo gw sama Aqila aja? Kalian mau pesen apa?" Ujar Kirana. "Nah iya boleh tuh." Ujar kita semua. Setelah aku dan Kirana mendengarkan pesanan mereka aku dan Kirana langsung bangun dan mulai jalan mencari pesanan. Kirana ngurus bagian minuman dan aku bagian makanan. Setelah pesenan mereka semua sudah ku dapatkan aku langsung kembali ke meja kami, kulihat Kirana juga baru sampai di meja. Langsung saja ku bagikan makanan mereka sesuai pesanan masing-masing, Jasmin dan Karissa mie goreng, Sinta ketoprak, aku dan Kirana somay campur batagor. Langsung saja kami memulai makan karena takut keburu bel masuk kelas berbunyi. Saat kami lagi asik makan tiba-tiba aku mendengar ada yang membicarakan kami berempat ya kami berempat Jasmin tidak termasuk. Langsung saja aku meliriknya rupanya itu mejanya Akhtar dan kawan-kawan nya. "Itu dia tuh princess gue yang gue maksud, yang rambutnya cokelat terang nama nya Aqila." Ujar Akhtar. "Ooh yang lu maksud itu sohib nya Kirana my baby.." Ujar Rion "Kok lu tau?" tanya Owen. "Sohibnya itu ngomongin Aqila mulu cuy dia ngenalin ke Karissa temen sebangku nya dia itu. Gimana gue kagak tau." Ujar Rion. "Naah kalo yang satunya itu yang gue maksud si Sinta perawan jendral. Gila cuy jago bener dia ngelawan kakak kelas yang ngebully dia." Ujar Jerry. "Sejago apa? Penasaran gue.. Lu yakin mau ngegebet dia?" ujar Owen. "Kagak gue cuman mengagumi dia aja, gue sadar diri lah gak mungkin dia mau sama gua. Lagian setau gue dia deket sama temen sekelas gue namanya Angga, dia cowok maskulin kayak Rangga nya aadc gitu lah puitis gitu. Kayaknya Sinta suka yang kayak gitu. Dari awal kemarin dia santai aja di deketin Angga. Sedangkan cowok lain mendekat dia memasang tameng perlindungan diri." Ujar Jerry. "Yeee jangan nyerah dulu loe, selama janur kuning belum melengkung sah ae pepetin.." Ujar Akhtar. Aku pun langsung bodo amat sama pembicaraan mereka selanjutnya dan aku fokus menghabiskan makananku Selesai makanan kami abis kami berbincang mengenalkan diri masing-masing sambil menikmati minuman kami. Ya dari info yang aku dengar dari mereka masing-masing, Karissa bapak nya pengusaha tambang emas, Sinta bapaknya Purniawan Jendral Bintang empat, Kirana sendiri sahabat aku bapaknya pengusaha minyak bumi. Hanya Jasmin yang tidak membicarakan tentang dirinya. "Haii adek kesayangan abang, udah makan? Makan apa? Gimana ada yang gangguin gak?" Ujar bang Al tiba-tiba datang memelukku dari belakang. "Ck bikin kaget aja. Udah abangku sayang baru kelar makan somay campur batagor. So far aman-aman aja bang." Ujarku sambil memegang tangan bang Al. "Ok d kalo gitu kalo ada yang gangguin kamu langsung bilang abang ya." Ujar bang Al. "Iya bang udah sana makan bang Al belom makan kan. Udah sana ah ganggu aja ih." ujarku sambil mendorong badan bang Al. "Iya iya yaudah abang pergi dulu yaa bye adek kesayangan.." Ujar bang Al. Aku pun hanya melambaikan tangan saja lalu kami pun mulai berbincang lagi dan topik perbincangan jadi tentang abangku yang ganteng nya gak ketulungan. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * ** * * To be continued..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD