61

1097 Words

"Rania, bangun dong!" ucap Devan sembari menggoyangkan bahu Rania. Aldo langsung menepis tangan Devan dari bahu Rania. "Gak usah diganggu!" ucapnya sembari menatap Devan dengan tajam. Devan menatap Aldo dengan tajam. "Rania jadi gini gara-gara lo, anjing!" ucapnya dengan emosi. Aldo memelototi Devan. "Lo jangan ngomong sembarangan!" Devan memelototi Aldo. "Apa lo bilang? Gue ngomong sembarangan? Heh, pikir dong! Kalo lo gak terlalu keras ngehukum dia, dia gak bakalan gini!" "Eh, udah deh! Lo berdua bisa diem gak sih?!" bentak Bella melerai pertengkaran antara Aldo dan Devan. Aldo dan Devan saling mengalihkan pandangannya. "Ternyata lo gini ya sama perempuan," ucap Bintang dengan tiba-tiba. Aldo menoleh ke arah Bintang, "Maksud lo apa?" "Gue juga gak nyangka. Seorang ketua Osis g

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD