Adkey dan Andrew duduk berhadapan dan saling menatap dengan tajam. Aksi saling tinju tadi membuat wajah mereka sama-sama memar dan sudut bibir mereka sobek hingga mengeluarkan darah. Ela dan Narisa sama-sama tidak menghentikan mereka ketika saling tinju tadi. Awalnya mereka memang berusaha menghentikan dengan menahan atau berteriak, tapi lama-lama keduanya malah membiarkan saja sampai Adkey dan Andrew yang memilih berhenti sendiri. Setelah selesai bertinju, Ela dan Narisa hanya diam dan pura-pura tak ada orang selain mereka. Adkey mau tak mau langsung duduk di samping Ela dan mengguncang lengan wanita itu, “Obati wajahku.” Ela diam. Adkey kembali berulah dengan memeluk pinggang Ela dan menyndarkan dagunya di atas bahu kanan Ela. Nafas pria itu berhembus dan mengenai kulit bahu dan leher

