Antonio menatap kepergian Adkey dari balkon lantai dua yang menghadap tepat ke arah gerbang rumahnya. Dari sana ia membaca berita terkini dalam sebuah koran atau sesekali membaca majalah sambil menikmati kopi di pagi ataupun sore hari. Melihat kepergian pria itu dengan pakaian yang cukup rapi, ia langsung mengeluarkan ponselnya. “Awasi ke mana tujuannya pagi ini!” perintah Antonio dengan cepat. Sepanjang minggu ini sudah cukup baginya membiarkan Adkey terus mengunjungi rumah wanita itu atau bahkan bermalam dan kembali ke kediaman Wikler sesukanya. Ia sudah cukup bermurah hati untuk membiarkan keduanya terus bertemu. Dengan senyum picik, Antonio kembali mendial sebuah nomor berbeda dari sebelumnya. Tidak butuh waktu lama baginya untuk menunggu karena panggilannya lagsung diangkat oleh pe

