27

2146 Words

Ela sedari siang tadi merasa tak tenang dan sangat bersalah kepada Narisa, meskipun di dalam lubuk hatinya, ia sudah merasa tersinggung dengan kemarahan Narisa. Karena kekacauan di toko roti yang sulit untuk dikembalikan ke keadaan semula, Narisa akhirnya pulang dan membawa kemarahannya pada Ela. Wanita itu membuka pintu dengan kuat hingga bunyi pintu bertabrakan dengan dinding membuat Ela dan Joe terkejut sebab mereka berada di dalam. Dengan langkah cepat, Narisa langsung berdiri di depan Ela dan menatap wanita itu dengan tangan terkepal dan mata yang sudah bengkak. “Nar, kau baik-baik saja?” tanya Ela hati-hati. Melihat penampilan Narisa yang berantakkan sebenarnya sudah menunjukkan bagaimana keadaan wanita itu, tapi Ela tetap ingin menanyakannya karena ia khawatir. “Kau sangat jah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD