17

2109 Words

“Apa kau akan mendiamiku terus menerus?” tanya Ela kepada Narisa begitu mereka tiba di rumah. Narisa memutar kepalanya dan menatap tajam Ela, tetapi kemudian ia kembali tak acuh kepada wanita itu. Ela berdecak kesal sambil memainkan ponselnya dan berbaring di atas sofa. Sesekali ia melihat Narisa yang menyibukkan diri untuk membuatkan teh hangat untuknya. “Minum,” perintah Narisa singkat dan jelas. Ela menyentuh baju Narisa seperti anak kecil yang sedang berusaha membujuk ibunya agar dibelikan mainan kesukaannya. Saat Narisa menoleh, Ela berkedip-kedip beberapa kali sambil menganggukkan kepalanya, “Maafkan aku Nar. Aku benar-benar tidak sengaja.” Narisa membulatkan matanya menatap Ela setelah mendengar kalimat yang menyebalkan itu, “Bagaimana ceritanya kau memasukkan sesuatu ke dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD