“Apa kau harus mengikuti aku terus?” Ela menatap Adkey dengan tajam karena pria itu terus mengikutinya menuju ke restoran. Adkey memasukkan tangannya ke saku celana dan menganggukkan kepala, “Lagi pula aku hanya ingin melihat keadaan restoran. Aku tidak akan mengambilnya lagi. Kau tidak perlu khawatir seperti itu.” “Aku hanya tidak nyaman dengan keberadaanmu seperti ini.” Ela mengepalkan tangannya dengan emosi. “Eh, kau mau ke mana?” tanya Adkey saat Ela pergi ke ruang ganti staff, bukannya naik ke lantai dua untuk duduk santai di ruangannya. “Aku mau ganti baju.” “Maksudmu? Kau tidak mungkin menjual restoran ini kepada orang lain lalu memilih bekerja di sini kan?” “Aku tidak sebodoh itu. Aku memang bekerja di sini sebagai pemilik sekaligus pelayan restoran. Lagi pula aku sudah ber

