19-

255 Words
Tidak ada siapapun yang berani melintas di depan lokasi tersebut. Semenjak p*********n sekolah asrama tersebut, penduduk setempat menetapkan sekolah tersebut sebagai lokasi yang angker. Beberapa penduduk mendengar isu bahwa mereka melihat mtidak mungkin. Carter hanya bisa berharap dengan kemungkinan terkecil. di saat seperti ini, kemungkinan terkecil sekalipun menjadi titik terang akan sebuah harapan dari ketidakmungkinan. Akan tetapi kemanapun ia mencari, ia tetap tidak bisa menemukan tuannya. hal itu tidak membuat Carter putus asa. Ia kemudian pergi ke kota Danish tempat asrama mendiang Pamela bersekolah dulu. Tapi tempat itu yang tadinya sudah hancur kini menjadi tempat terbengkalai. Tidak ada siapapun yang berani melintas di depan lokasi tersebut. Semenjak p*********n sekolah asrama tersebut, penduduk setempat menetapkan sekolah tersebut sebagai lokasi yang angker. Beberapa penduduk mendengar isu bahwa mereka melihat mTidak ada siapapun yang berani melintas di depan lokasi tersebut. Semenjak p*********n sekolah asrama tersebut, penduduk setempat menetapkan sekolah tersebut sebagai lokasi yang angker. Beberapa penduduk mendengar isu bahwa mereka melihat mtidak mungkin. Carter hanya bisa berharap dengan kemungkinan terkecil. di saat seperti ini, kemungkinan terkecil sekalipun menjadi titik terang akan sebuah harapan dari ketidakmungkinan. Akan tetapi kemanapun ia mencari, ia tetap tidak bisa menemukan tuannya. hal itu tidak membuat Carter putus asa. Ia kemudian pergi ke kota Danish tempat asrama mendiang Pamela bersekolah dulu. Tapi tempat itu yang tadinya sudah hancur kini menjadi tempat terbengkalai. Tidak ada siapapun yang berani melintas di depan lokasi tersebut. Semenjak p*********n sekolah asrama tersebut, penduduk setempat menetapkan sekolah tersebut sebagai lokasi yang angker. Beberapa penduduk mendengar isu bahwa mereka melihat m
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD