Senyum Brian terus mengembang sepanjang hari. Bagaimana tidak, dia layaknya remaja yang tengah jatuh cinta. Setiap saat dan setiap waktu, hanya terbayang wajah dan senyum Vio. Apakah ini tandanya dia sedang puber kedua? "Sebentar lagi kita akan rapat dengan Tuan Mark Sutopo, Pak. Ini adalah bahasan rapat nanti." Risa meletakkan tablet miliknya ke atas meja Brian. Dahi gadis itu mengerut, kala Brian sama sekali tidak menggubrisnya. "Pak ...! Pak ...!" Gadis itu mengetukkan ruas jari di meja Brian, hingga membuat lelaki itu berjingkat kaget. "Eh! Ada apa, Risa?" Brian gelagapan. Dia bahkan tidak menyadari jika ada Risa di depannya. Tangan Brian mencari benda apa pun agar memperlihatkan jika dirinya sedang sibuk kini. "Ini materi yang akan kita bahas dengan Tuan Mark nanti, Pak." Risa kem

