Tidak ada kantor khusus di outlet yang satu itu. Nur di bawa ke ruang istirahat karyawan. Mata kakinya memang memar. Nur terus mengaduh sakit. "Do Aldo, sini Do." Deva memanggil salah satu karyawannya yang bernama Aldo. Yang dipanggil langsung berlari ke arahnya. "Njih, Pak. Ada apa?" tanya Aldo sambil menunduk dengan sangat sopan. "Di daerah sini ada tukang urut ndak? Tukang urut yang biasa mengurut kaki keseleo." "Kira-kira 2 km dari sini ada Pak. Namanya pak Ferdi. Dia terbiasa mengurut kaki keseleo tanpa rasa sakit. Cuma digosok-gosok aja." "Pak Ferdi?" Deva mengerutkan keningnya. Itu tukang urut namanya keren benar kayak anak muda. Ah, apaan sih Deva. Bisa-bisanya dia berpikir macam-macam saat istrinya sedang kesakitan. "Iya, Pak." "Saya bisa minta tolong kamu untuk me

