“Jangan berbohong! Jika kamu tidak pergi dengan Ketua, lalu apa ini?” tanya karyawan wanita lain bernama Yasmin yang memegang teleponnya untuk menunjukkan pada Angel foto-foto yang diambilnya ketika dia masuk ke mobil bos mereka. Angel lantas tertawa terbahak-bahak.
“Memang benar aku masuk ke mobil Ketua karena pada saat itu aku tidak bisa mendapatkan taksi, jadi Ketua memberiku tumpangan,” ucap Angel.
“Memberi tumpangan? Seluruh orang yang bekerja di perusahaan ini bahkan banyak yang tidak mengenal siapa pemiliknya,” ucap Yasmin dengan keras.
“Ketua sangat bersih terutama terhadap wanita. Ketua tidak pernah dekat dengan wanita mana pun, apalagi sampai mengobrol. Hubungan apa yang kamu dan Ketua miliki sekarang?” tanya Yasmin lagi.
“Benar, katakan?” tanya banyak karyawan terutama staf wanita di sana.
“Ada apa?” tanya Lilac tiba-tiba datang dengan wajah dingin seolah-olah dia ingin menutup mulut semua orang yang sedang berbicara. Saat semua staf mendengar suaranya, mereka terkejut dan tidak berani mengatakan apa-apa lagi. Lilac berjalan ke arah Angel, dan dengan lembut bertanya padanya.
“Angel, tolong beritahu aku apa yang telah terjadi?” tanya Lilac. Olivia memandang dan tahu bahwa ada sesuatu antara Angel dan Lilac. Dia mencoba membantu menjelaskan.
“Ketua, Yasmin dan semua orang di sini mengganggu dia dan menginterogasinya tentang kemarin di mobil Anda. Mereka menanyakan itu dan hubungan apa yang Anda miliki?” ucap Olivia dengan lugas. Lilac menggunakan mata tajam menatap mereka, membuat mereka semakin merinding.
“Kalian ingin tahu kan? Akan saya beritahu di sini, saya ingin memberitahu kalian bahwa saya akan secara resmi berpacaran dengan Angel. Untuk itu, jika ada yang berani menindasnya, saya pasti tidak akan memaafkan kalian.” Begitu Lilac selesai berbicara, dia meraih tangan Angel dan pergi, membuat semua staf kaget dan terkejut.
Lilac meraih tangan Angel dan pergi ke ruangannya tanpa memedulikan siapa yang melihat mereka berdua. Ketika mereka sampai di ruangan pria itu, Angel mendorong tangannya mengerutkan kening sambil berteriak.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Angel.
“Fakta bahwa aku akan memperhatikanmu, kamu tahu itu. Dan aku juga tidak akan mengizinkan siapa pun yang membentakmu dengan keras,” jawab Lilac dengan santai.
“Aku tidak peduli apa yang ingin kamu lakukan,” ucap Angel dengan wajah marah dan berbalik untuk pergi. Marcel yang melihatnya marah, dia mengetahui bahwa sesuatu terjadi lagi. Dia bermaksud untuk masuk ke ruangan bosnya untuk memberi laporan, tetapi dia tidak bisa langsung turun tangan. Jika dia tetap masuk dengan bodohnya, pasti dia yang akan menjadi bahan amukan pria di dalam.
Angel kembali ke mejanya, suasananya sangat aneh. Ketika dia melihat semua orang, seolah-olah mereka melihatnya untuk menghindari malapetaka dan terus-menerus bergosip tentang Angel. Olivia mengajaknya untuk pergi mengambil dokumen.
“Angel, apa pembicaraanmu dengan Ketua?” tanya Olivia. Angel juga tidak bisa menyembunyikannya, jadi mengatakan kepada Olivia.
“Sebenarnya aku dan Ketua sudah saling kenal sebelumnya, dia menyukai aku, itu saja,” ucap Angel. Olivia bahkan lebih bersemangat untuk bertanya lebih.
“Alangkah bahagianya kamu, dan sekarang secara terbuka disukai dan dilindungi oleh Ketua. Tahukah kamu bahwa Ketua adalah tipe pria yang diimpikan oleh banyak gadis?” ucap Olivia.
“Staf perempuan di sini kebanyakan tergila-gila kepada Ketua, jadi mereka bekerja di sana-sini sambil cari perhatian,” lanjut Olivia.
“PAK …”
Tiba-tiba mereka berpapasan dengan seseorang, dan Angel jatuh terduduk. Olivia buru-buru membantunya untuk berdiri dan bertanya kepada Yasmin dengan tampak tidak sedap dipandang.
“Apa kamu buta? Mengapa kamu tidak bisa melihat ke jalan, tahukah kamu dengan siapa kamu berurusan?” teriak Olivia kepada Yasmin.
“Apa kamu baik-baik saja?” Intonasi Yasmin berubah secara drastis saat berbicara dengan Angel karena seorang pria yang berdiri di sampingnya.
“Angel, apa itu kamu?” tanya pria itu. Richard tersenyum saat mengenali Angel dan terus menatapnya. Angel tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis ketika bertemu dengan Richard. Dia masih tidak ingin ada yang mengetahui siapa dirinya di sini. Angel tersenyum kecut dan menyapanya.
“Hai, lama tidak bertemu,” ucap Angel. Yasmin kaget dan terpana saat keduanya saling kenal. Olivia sekali lagi memutar matanya kagum.
“Angel Sayang, apakah kamu dan Ketua Rich Group saling mengenal? Koneksi kamu juga sangat luas,” ucap Olivia. Richard melirik Yasmin dan kemudian pada Angel dan Olivia dia tersenyum ringan.
“Kami tidak hanya saling mengenal, tetapi juga sebagai teman dekat. Aku berharap seseorang menghormatinya dan berbicara baik dengannya,” ucap Richard. Yasmin diam-diam menundukkan kepalanya ke bawah. Olivia tersenyum bahagia di dalam hatinya, kemudian Angel menarik tangan Olivia.
“Olivia, ayo pergi,” ucap Angel tersenyum.
“Aku tidak ada hubungannya dengan dia. Kami akan menemuimu nanti ya,” ucap Angel tersenyum kepada sahabat lamanya. Richard mengangguk dan pergi ke kantor Lilac. Sedangkan Yasmin kembali ke meja dengan kedua tangan mengepal amarah dan cemburu kepada Angel, karena gadis itu bisa mengenal orang-orang hebat di lingkungan perusahaan.
***
Sore hari waktunya pulang kerja, Lilac langsung pergi dengan mobilnya ke arah gerbang perusahaan. Dia menunggu Angel di sana. Ketika Angel keluar dari lobi, dia melihat mobil itu sudah berada di dekat gerbang, dia langsung bergegas menghampirinya.
“Aku pulang naik taksi,” ucap Angel dengan ketus. Lilac tersenyum saat mendengar ucapan yang lumayan terdengar tak nyaman di telinganya.
“Kamu mau masuk sendiri atau harus aku gendong untuk masuk ke mobil ini?” tanya Lilac dengan santai. Angel melihat sekeliling, dia takut ada staf di perusahaan yang melihat mereka berdua. Lantas dia bergegas masuk ke mobil dan ikut pulang dengan pria OCD itu.
***
Setelah tiba di mansion, mereka berdua baru saja turun dari mobil dan hendak melangkah masuk, mereka melihat ibunya Lilac dan Sandra berdiri dengan dingin di sana. Lilac dengan cepat berjalan ke arah ibunya dan langsung mengajukan pertanyaan.
“Bu, kenapa Ibu tiba-tiba ada di sini?” tanya Lilac sambil mengerutkan keningnya. Sang ibu, Deasy menyilangkan lengan sambil mengamati Angel dari ujung kaki sampai ujung kepala. Kemudian dia mengarahkan pandangannya ke Lilac.
“Karena Ibu ingin datang ke sini. Cepat kasih tahu Ibu siapa gadis ini?” tanya Deasy. Lilac buru-buru meraih tangan Angel dengan lembut.
“Ini pacarku, namanya Angel,” ucap Lilac memperkenalkan Angel kepada mereka. Sandra yang berdiri di samping Deasy, langsung memutar matanya.