Bab 34: Rindu Hadirnya Dimas

1197 Words

Febri terus berlari ke kolam renang hotel. Dirinya terduduk lemas di sebuah bangku yang terkena sedikit remang-remang cahaya. Walau angin sedang berembus dingin, Febri tak memedulikannya. Biarkan dinginnya angin menemani rasa sakitnya. Febri masih menangis di bawah cahaya rembulan. Rasa sesak di dadanya sudah tidak dapat ditahan. Rasanya kesedihannya saat ini menuntunnya ke rasa marah dan kecewa. Kenapa Rama bisa dengan tega menyakitinya seperti ini? Kenapa dia harus mengizinkan Febri untuk mendekatinya di saat dia sendiri terikat dengan cewek lain? Kenapa dia harus mempermainkan perasaannya? Febri marah karena pertanyaan-pertanyaan ini hanya bisa mendekam di otaknya tanpa bisa terjawab. Dunianya sudah runtuh. Semuanya sudah berakhir. Mungkin memang inilah yang Semesta inginkan terjadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD