Tiga Bulan Kemudian.... Cinta berlalu di depan kita, terbungkus dengan kerendahhatian; namun kita lari ketakutan darinya, atau bersembunyi di kegelapan; atau mengejarnya, untuk berbuat culas atas nama cinta. —Kahlil Gibran Dimas membacakan puisi itu, sedangkan Febri terus tertawa mendengar cara Dimas membacakannya. Kaku banget. “Puas banget tuh ketawanya.” Dimas cemberut sambil meletakkan buku itu di atas meja. “Abisnya lo baca puisi kayak lagi baca naskah proklamasi, kaku banget.” Febri mengusap gemas pipi Dimas. Tak terasa tiga bulan berlalu begitu cepat. Kini, keduanya sudah berada di semester genap. Selain tugas bertambah banyak, aktivitas mereka di sekolah juga akan semakin padat. Hari ini adalah Jumat malam. Usai pulang sekolah, mereka—Febri, Dimas, Rama, Naufal, Tsania, dan E

