Seattle, Washinton. AS | Satu tahun kemudian.  "Mama, apa aku bisa mendapatkan Pizza?" tanya Four. Jelas. Menatap Lucia dengan raut wajah menggoda. Sementara salah satu tangan mungilnya berusaha menggapai. "Oh. Tentu, Mama suapi, Ya," balas Lucia lembut. Mengusap rambut coklat gelap milik putranya. "No. Aku bisa sendiri," tegas Four. Menggeleng kepala. Nyaris tenggelam dalam kesedihan. "Tapi kau harus duduk. Diam!" titah Lucia. Memberi nasehat. Melempar senyum, penuh kasih sayang. "Okay..." celetuk Four. Singkat. Melompat girang. Menunggu Lucia menyiapkan potongan Pizza untuknya. Usia Four belum genap dua tahun, meski begitu cara bicaranya dewasa. Ia mudah mengenal sekitar. Menghitung hingga sepuluh, mengingat banyak hal dan berjalan sejak usianya sembilan bulan. "Ini. Habis
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


