"Ndara?" Aku tersenyum simpul saat suara itu terdengar olehku di siang hari saat aku sedang menyiapkan makanan. Hal pertama yang selalu ia lakukan saat sampai di rumah adalah mencariku. Ia hanya ingin melihatku sebentar ataupun berbincang beberapa hal sebelum beranjak ke kamarnya untuk mengganti seragam. Aku bahkan sudah hafal kebiasaan anak sulungku itu. "Ndara di dapur, Bang." teriakku. Langkah kaki kecil itu mendekat, namun tak seperti biasanya ia tak menuju ke arahku, malah menarik kursi dan mendaratkan pantatnya setelah tas yang awalnya ia sandang sekarang berbaring di lantai. Aku mematikan kompor karena masakanku sudah matang. Bukannya menyalin makanan itu ke piring, aku justru mengamati wajah Al yang baru saja pulang sekolah dengan ekspresi tidak enak. Meskipun ia jarang menunjukk
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


