Ternyata tidak sampai seminggu sudah ada calon penggantiku. Aku cukup senang karena hal ini. Lebih cepat lebih baik. Daripada terus-terusan melihat wajah atasanku yang seakan minta ditampol itu. Di hari terakhir aku bekerja di kantor, tepatnya hari Jumat, aku harus mentraktir keempat teman seruanganku. Sebenarnya bukan keharusan juga sih, tapi aku yang menginginkannya. Aku tak tau kapan bisa bertemu mereka lagi dalam formasi yang lengkap seperti ini. Walaupun Hana dan Afif tetap termasuk ke dalam daftar teman dekat yang akan aku kunjungi kapan pun aku mau. Tepat di hari itu juga aku keluar dari grup kantor. Padahal mereka masih heboh membicarakan keputusanku untuk resign setelah bertengkar dengan pak Ardan tempo hari. Aku enggan untuk memberi komentar karena tak ada gunanya. Biarlah mer

