Mantra Tidur

2167 Words

Jangan tanya bagaimana kelanjutan obrolanku dengannya saat itu, aku bahkan terlalu malu untuk mengingatnya. Wajahku merah padam dan mataku enggan menatapnya. Sementara ia menatapku dengan senyuman di wajahnya. Vivian terlalu malu mengakui kalau ia sedang jomblo. Makanya ia sembarangan mengakui kalau mas Panca itu pacarnya. Ternyata tujuan mereka ke toko itu adalah membelikan hadiah untuk teman Vivian yang sedang berulang tahun. Karena temannya pria, ia meminta mas Panca yang memilihkan kado. Berulang kali mas Panca menanyakan hal yang sama berulang kali, yaitu "kamu cemburu?" Aku hanya melengos sebagai jawaban. Seharusnya tanpa bertanya dia sudah tau apa jawabannya. Sudah tiga hari dia demam dan anehnya suhu tubuhnya hanya tinggi saat malam hari saja. Sedangkan saat siang demamnya turu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD