Pencuri Hati vs Satpam Penjaga Hati

2085 Words

Setelah kegiatan hujan-hujanan waktu itu, hubunganku dan mas Panca menjadi kaku lagi. Bukan karena dia yang tiba-tiba menjadi pendiam, tapi aku yang perlahan mulai membentengi diri. Tembok besar mulai aku bangun sebagai bentuk pertahanan. Akhirnya aku kembali merasakan sibuknya hawa perkantoran. Mbak Astrid masih menatap sewot karena aku tak mengundangnya saat pernikahanku, padahal sudah aku jelaskan. Sementara mas Ridwan biasa saja dan bisa memahami, dia memang tipe pengertian. Sudah hampir satu minggu aku mulai bekerja. Tapi saat ini aku benar-benar menghindari yang namanya lembur. Bagaimanapun tanggung jawabku tidak bisa aku tinggalkan begitu saja. Pulang dari kantor, aku langsung memasak. Baru setelah itu bersih-bersih. Sama seperti hari ini. Aku masih bisa pulang tepat waktu. Bias

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD