Si Bos

1715 Words

Semua belanjaan tadi, mas Panca yang membayar. Aku sempat berdebat dengannya di depan kasir. Bukankah ia sudah memberiku kartu kredit untuk membeli berbagai keperluan? Tapi dengan entengnya dia berkata kalo dia yang akan bayar kalo aku pergi dengannya, walaupun itu untuk keperluanku. Aku hanya bisa menatapnya takjub. Lagian apa bedanya? Toh tagihan itu tetap dia yang akan membayar. Kejadian ini membuatku sadar kalau dia bukan orang yang gampang ditebak. Kepribadiannya terlalu membingungkan bagi aku yang hidup dalam kesantuy-an yang hakiki. Satu hal lagi, tanggung jawabnya sebagai laki-laki patut diacungi jempol. Berbeda dengan Afif dan Kala, yang selalu minta traktiran padaku, mas Panca cenderung lebih aktif dalam hal bayar-membayar. Sebagai wanita tentunya senang dong karena ada yang ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD