4

1298 Words

Saat tersadar, Livia merasa tangan dan kakinya diikat, mulutnya disumpal. "Emm! Emmm!" Ia berada di sebuah tempat, mungkin gudang bekas yang tidak terpakai. Hanya ada lampu yang kecil. Ia takut dan bingung. Apa yang terjadi? Kenapa ia bisa disini? Siapa yang melakukan ini padanya? Dan jawaban itu terungkap saat ada lelaki kurus masuk. Ia mendekat dan memegang dagu Livia. "Finally, I found you Penelope." Penelope? Siapa Penelope? Dia Livia! Sementara lelaki itu mengoceh, Livia mencoba mengingat perkataan Antonio.  "Saat dalam bahaya, perhatikan sekelilingmu. Tetap tenang dan cari s*****a yang bisa dipakai untuk melindungi diri." "Kalau kita diikat?" tanya Livia saat itu . Antonio memasukkan lidah ke rongga dalam pipinya, "Gerakkan tanganmu sampai talinya kendor. Perlahan namun kuat. S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD