DEG..DEG..DEG..DEG.. Livia menarik nafasnya gugup saat menunggu Raphael memasuki kamar pengantinnya. Para pelayan menghiasi kamar ini dengan kain lebar yang menjuntai dari satu sisi tiang ranjang ke sisi lain. Kain warna violet ungu itu bergoyang indah saat ujungnya menyentuh lantai terbawa angin. Livia meremas jarinya erat, menangkup di dadanya sambil memejamkan mata gugup. Ini malam pertamanya, dan ia cukup banyak mendapat penjelasan dari Sophie dan Nath. Tapi astaga, ia tak berani membayangkannya. Ia tak mau membayangkannya malah. Livia tak mendengar ketukan di pintu, karna ia sibuk menenangkan debar jantungnya. Ia tak tahu Raphael masuk ke dalam karna matanya terpejam. Livia tak tahu kalau Raphael tengah menatapnya balik dengan mata serius saat meneliti wajah gadis itu. Tapi hid

