Puncak Teror

1661 Words

Davin mematikan rokoknya dan menatap Bram yang sedang berbicara. Dia sengaja mengundang kedua sahabatnya untuk datang guna membicarakan masalah teror yang dialami Ana. Davin sadar jika diasedang berurusan dengan orang yang berbahaya sekarang. "Aku udah bilang. Lucy pelakunya," ucap Kevin sambil menuangkan anggurnya ke dalam gelas. "Lucy ada di Singapura." Bantah Bram. "Yakin?" Kevin bertanya dengan nada yang mengejek. Bram berdecak, "Dia ada pemotretan di sana." "Terus pemotretan waktunya sampe 2 minggu, gitu? Itu pemotretan apa umroh?" tanya Kevin konyol. Bram terdiam mendengar ucapan Kevin yang ada benarnya. Davin sendiri juga sadar jika Lucy sudah terlalu lama di Singapura. Bukan tidak mungkin jika wanita itu yang melakukan semua ini. Jiwa psikopat Lucy tidak perlu diragukan lagi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD