Teror Kedua

1442 Words

Ana mengusap kedua tangannya senang saat makanan yang dia pesan telah datang. Andre hanya pasrah begitu melihat banyaknya makanan yang dipesan oleh temannya itu. Jika bukan karena kalah taruhan, dia tidak akan mau melakukan ini. Untung saja ayahnya memberi uang saku yang cukup seolah paham jika dia akan bertemu manusia dengan spesies aneh seperti Ally dan Ana. "Habis ini nambah ya?" ucap Ally membuat wajah Andre berubah kusut. "Udah dong, kalian makan udah habis 300 ribu ini." "Kan belum 500 ribu," balas Ana yang diangguki semangat oleh Ally. "Terserah deh, terserah! Makan aja sepuasnya." Setelah beberapa hari dekat dengan Andre, prasangka buruk Ana terhadap pria itu mulai berubah. Andre memang terkenal malas dan selalu rusuh di kelas, tapi ternyata di balik sifat itu dia juga penurut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD