Sudah 2 hari berlalu dan keadaan Davin sudah mulai membaik. Saat pertama kali membuka mata, dia terkejut mendapati 3 bodyguard yang berjaga di depan ruangannya. Dia juga bingung ketika menempati kamar yang berbeda. Davin sadar dengan apa yang terjadi. Sesuatu kembali meneror Ana, atau bahkan dirinya. Dia sudah meminta semua orang untuk menjelaskan, namun sepertinya tidak ada yang ingin membuka suara. "Mas Davin jangan marah ya, kita nggak maksud buat nyembunyiin ini semua. Mas Davin memang harus sembuh dulu baru kita bisa bicara." "Aku nggak papa, jangan anggap aku lemah, Ana.” Mendengar itu, Ana langsung memukul luka Davin keras membuat pria itu meringis. "Sakit kan? Makanya jangan sok. Semua orang tau kalau Mas Davin lagi sakit, jangan sombong!" Davin mendengus dan menutup telinganya.

