Maheswati 35

676 Words

Hakim melirik arlogi di pergelangan tangan, jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tapi istri yang ditungguinya sedari tadi belum juga menampakkan batang hidungnya. Lantas ia bangkit dari ranjang, menyambar blazer dan mengenakannya. Hakim berjalan ke arah balkon sembari memainkan gawai, berniat menghubungi istrinya lagi. Dan untuk kesekian kali perempuan itu mengabaikan panggilannya. Hakim menghembuskan napas pasrah. Dimasukkan benda pipih itu ke dalam kantong celana. Kepalanya menegadah ke atas. Pandangannya mengitari halaman komplek, sebelum ke bawah dan tertegun dengan satu titik, mobil Mercy tanpa atap terparkir di depan pagar besi rumahnya. Hakim mundur seketika. Tangannya mengepal, darahnya mendidih sampai ke ubun-ubun. Hesa benar-benar telah bermain api. Dua kali! Ya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD