Maheswati 32

1090 Words

Sambil mengerang lirih, Hesa membalikkan badan yang tadinya tengkurap menjadi terlentang. Merasakan tulang-tulang di tubuhnya seperti akan patah. Masih dengan matanya yang terpejam, tiba-tiba bau harum Dolce Gabbana merasuki penciumannya. Ia langsung tersentak dan segera bangkit dari ranjang. Nyawanya seolah baru saja terkumpul sempurna. "Aku berangkat dulu. Segera mandi biar seger." Pria yang sudah rapi dengan setelan resmi itu tersenyum manis pada Hesa, dan keluar kamar. Hesa tak merespon. Pengendalian dirinya saat berada satu ruangan dengan pria itu hilang musnah. Sialan! Sontak Hesa merutuk pelan, merasakan ngilu di bagian tertentu tubuhnya. Ia seperti gadis perawan yang baru pertama kali melakukan setelah sekian lama. Diliriknya jam dinding yang sudah menunjukkan setengah sembilan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD