Dua Puluh Empat

1053 Words

"Raia hilang! Ya Tuhan... Raia hilang, Misha!" seruan Bibi Elia membuat Misha mengalihkan perhatiannya pada Bibi Elia.   Manik biru lautnya tampak terkejut, membulat tak percaya. "Maksud Bibi bagaimana?" Suaranya terdengar gemetar. "Bukannya Raia ada di depan bersama Bibi?"   Bibi Elia menggeleng pelan. Dia merasa bersalah. "Bibi lupa meninggalkan Raia tidur di ruang tamu, Mish." Bibi Elia menatap Misha penuh rasa bersalah.   Tanpa mendengarkan apapun lagi, Misha segera berjalan cepat meninggalkan taman belakang. Pandangan Misha mengabur, Misha benar-benar takut. Misha berjalan cepat keluar mencari-cari keberadaan Raia. Namun nihil tak ia temui. Misha mengusap pipinya kasar yang basah karena air mata. Misha berjalan cepat menyeberangi jalanan sepi menuju rumah di seberang.   Da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD